Memahami Apa Yang Dimaksud Dengan Spread Forex

Memahami apa yang dimaksud spread forex
Semua pebisnis dan investor sudah paham dan tau bahwa melakukan investasi di forex trading itu penuh resiko namun juga apabila profit bisa menghasilkan pendapatan yang tak terbatas. Potensi keuntungan dari forex trading itulah yang membuat banyak orang terjun menjadi seorang trader dan mencoba peruntungannya dalam dunia forex trading. Salah satu kunci agar sukses dalam bisnis forex trading adalah menguasai dan memahami semua instrumen pada forex trading, termasuk berbagai istilah yang digunakan dalam dunia forex trading.

Berikut ini adalah dua istilah penting dalam dunia forex yang perlu seorang trader memahaminya.

Yang pertama adalah Spread Forex
Apa yang dimaksud Spread forex itu?
Yang dimaksud spread forex adalah selisih poin yang ada pada pair trading yaitu selisih point antara harga permintaan dengan harga penawaran. Mengenai spread ini jumlah nya ditentukan oleh pihak Broker dan spread adalah selisih yang menjadi fee atau keuntungan bagi broker yang diterima setiap trader melakukan transaksi trading forex.

Seperti juga terjadi pada bisnis lainnya, broker mempunyai hak untuk menentukan besaran spread yang akan dikenakan kepada client atau trader yang masuk sebagai klien mereka. Dana spread ini digunakan oleh broker untuk membayar transaksi fee dari pihak pemilik paltform forex.
Sebenarnya, lazim di Indonesia, para broker tidak mempunyai platform trading sendiri, mereka biasanya menggunakan platform dengan menyewa pada perusahaan penyedia layanan platform trading. Spread sendiri sebenarnya dibagi menjadi dua kategori, yakni spread dinamis dan spread fix.

Memahami apa itu leverage forex
Dunia forex trading juga mengenal istilah yang disebut dengan istilah laverage. Yang dimaksud dengan laverage adalah merupakan daya ungkit yang memungkinkan seorang trader melakukan transaksi forex dengan menggunakan jumlah dana atau model yang nilainya jauh lebih besar dari modal yang sebenarnya dimiliki. Laverage disediakan oleh broker untuk para broker, dimana trader akan “memimjam” dana dari broker dan ini tentunya tetap selalu dalam pengawasan broker itu sendiri.

Salah satu contohnya, apabila seorang trader yang mempunyai dana 200 USD kemudian broker memberikan leverage 1:1 hingga 1:1000, maka dengan demikian seorang klien atau trader bebas memilih laverage yang disediakan oleh Broker saat trader akan melakukan transaksi. Anggap saja investor atau trader memilih laverage 1:1000, maka dana deposit yang dimiliki oleh trader sekarang yang ada dan akan digunakan untuk trading adalah 1000 x 200 = 200.000 USD.
Dengan adanya laverage ini, maka trader akan sangat terbantu dalam melakukan trading dan trader dapat melakukan transaksi yang cukup banyak dan besar meskipun sebenarnya deposit yang dia miliki sebenarnya adalah 200 USD saja.

Tapi jangan salah, resiko dalam menggunakan leverage besar ini juga sangat besar, karena bisa saja trader langsung kehabisan modal bila mengalami loss saat melakukan trading. Trader harus ingat, bahwa resiko dalam bisnis trading itu sangat besar, jadi sebaiknya menggunakan laverage dengan bijak dan sesuai dengan strategi yang trader gunakan dalam trading.